Rabu, 12 Februari 2014

FOTOSINTESIS
Laporan Penelitian
Dibuat untuk memenuhi tugas Bahasa Indonesia dan syarat untuk mengikuti Ujian Akhir Semester (UAS)






Disusun oleh :
MUKHTI AYUNI
NIM 1112016100029

Dosen Pembimbing:
Dra. Siti Sahara

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGRI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
2013
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum, wr, wb.    
Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah swt atas curahan nikmat dan karunia-Nya kepada penulis, sehingga penulis mampu menyelesaikan makalah ini. Solawat dan salam semoga tetap terlimpahkan pada Rasulullah Muhammad saw.         Dalam makalah  ini penulis membahas masalah yang berhubungan dengan Fotosintesis. Penulis mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing, Ibu Dra. Siti Sahara dan orang tua  penulis serta semua pihak-pihak yang telah terlibat dalam penyelesaian makalah ini.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan karena keterbatasan waktu, tenaga, dan pikiran. Untuk itu, kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan dari pembaca semuanya. Akhir kata penulis ucapkan terima kasih.
Penulis







DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ...............................................................................  i
DAFTAR ISI ...............................................................................................  ii
ABSTRAK ...................................................................................................  iii
DAFTAR GAMBAR ..................................................................................  iv
BAB I    PENDAHULUAN
.............  A. Latar Belakang ..........................................................................  1
.............  B. Identifikasi Masalah ..................................................................  2
.............  C. Rumusan Masalah .....................................................................  2
.............  D. Tujuan Penelitian ......................................................................  3
.............  E. Hipotesa ......................................................................................  3
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA ................................................................  4
BAB III          METODOLOGI PENELITIAN
.............  A. Waktu dan Tempat ...................................................................  10
.............  B. Alat dan Bahan ..........................................................................  10
.............  C. Langkah Kerja ..........................................................................  10
.............  D. Data Hasil Pengamatan .............................................................  13
BAB IV............................................................................................................ PEMBAHASAN    14
BAB V  PENUTUP
.............  A. Kesimpulan ................................................................................  16
.............  B. Saran ...........................................................................................  16
DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................  v
DAFTAR PUSTAKA
ABSTRAK
Dilihat dari organel yang menyusun sel hewan maupun sel tumbuhan, terdapat perbedaan antara sel hewan dan sel tumbuhan ini. Organel yang umumnya tidak dimilki oleh sel hewan, namun dimilki oleh sel tumbuhan adalah kroloplas. Organel kroloplas adalah bagian dari organel plastida yang mengandung krolofil. Organel ini memungkinkan tumbuhan untuk memproduksi makanannya sendiri (autotrof). Secara kasar krolofil berfungsi dalam pembentukan makanan. Proses pembentukan makanan (energi) ini sering disebut dengan istilah fotosintesis (foto = cahaya, sintesis = penyusun). Fotosintesis adalah suatu mekanisme penyusunan energi pada tanaman berkrolofil dengan bantuan cahaya matahari.
Proses fotosintesis terbagi atas dua tahapan yaitu tahap reaksi terang dan tahap reaksi gelap. Reaksi terang adalah reaksi yang membutuhkan energi cahaya, khusunya cahaya matahari sedangkan reaksi gelap adalah suatu reaksi yang tidak membutuhkan cahaya matahari.
Cahaya yang dapat dimanfaatkan oleh tumbuhan untuk melangsungkan proses fotosintesis adalah cahaya (sinar) tampak. Jenis sinar ini memilki panjang gelombang yang berbeda – beda, dari sinar merah, (panjang gelombang terbesar), hingga sinar ungu (panjang gelombang terpendek), perbedaan panjang gelombang memberikan pengaruh yang berbeda pula terhadap proses fotosintesis.
            Selain cahaya matahari, proses fotosintesis juga dipengaruhi oleh jumlah CO2, keadaan lingkungan tempat tumbuhan itu hidup,misalnya saja suhu.
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1.1. Percobaan Jan Ingenhosz .......................................................  6
Gambar 1.2. Percobaan Sach .......................................................................  6
Gambar 1.3. Reaksi Terang .........................................................................  8
Gambar 1.4. Siklus Kalvin ............................................................................  9

DAFTAR LAMPIRAN
1.  Data jumlah gelembung yang dihasilkan Hydrilla verticillata ...............  13

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
            Tumbuhan merupakan makhluk hidup yang sangat penting bagi kehidupan seluruh makhluk hidup di alam semesta ini. Hal ini dikarenakan tumbuhan dapat menghasilkan makanan, baik untuk dirinya sendiri maupun untuk makhluk hidup lainnya. Tumbuhan mampu membuat makanan tersebut melalui serangkaian proses yang dinamakan fotosintesis. Proses ini dapat mengubah bahan-bahan organik sederhana menjadi bahan organik lebih kompleks yang dapat digunakan sebagai bahan makanan dengan bahan dasar air (H2O) dan gas karbondioksida (CO2) dibantu oleh cahaya. Bahan makanan yang dihasilkan berupa karbohidrat (C6H12O6) serta hasil samping yang sangat bermanfaat bagi makhluk hidup lain, yaitu gas oksigen (O2).
            Dari hasil fotosintesis yang berupa glukosa tersebut dapat berupa buah, umbi, maupun biomasa lain yang bisa dimanfaatkan sebagai makanan, seperti pada tanaman hortikultura. Makhluk hidup tidak dapat mempergunakan bahan makanan yang dihasilkan oleh fotosintesis kecuali bila mereka mendapatkan gas oksigen yang terbentuk dalam proses fotosintesis tersebut karena gas oksigen ini dibutuhkan untuk membakar makanan tadi menjadi energi yang digunakan makhluk hidup untuk beraktivitas dalam kehidupan sehari-hari.
            Selain berperan dalam pembentukan senyawa gula, proses fotosintesis juga menyediakan bahan untuk proses-proses sintesis penting lainnya. Di antaranya yaitu pembentukan asam-asam amino untuk membentuk protein. Senyawa-senyawa ini sangat diperlukan oleh makhluk hidup teruatama untuk bahan penyusun tubuh. Sebagian dari protein-protein ini tidak dapat disintesis oleh tubuh makhluk hidup sendiri sehingga protein dari hasil fotosintesis sangat diperlukan.
            Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi fotosintesis ini adalah cahaya, CO2, air, suhu, dan unsur hara. Cahaya merupakan faktor yang cukup penting dalam proses fotosintesis karena cahaya digunakan untuk mengolah bahan dasarnya menjadi makanan yang dibutuhkan oleh makhluk hidup lainnya. Oleh karena itu penting untuk sekali untuk mempelajari pengaruh kualitas cahaya terhadap laju fotosintesis pada tanaman. dengan mengetahui hal ini, kita dapat mengembangkan upaya-upaya untuk mengoptimalkan hasil dari fotosintesis tersebut dengan mengatur intensitas cahaya yang diterima oleh tanaman.
B. Identifikasi Masalah
1.      Proses fotosintesis dipengaruhi oleh panjang gelombang cahaya yang menyinari selama proses fotosintesis.
2.      Semakin kecil panjang gelombang cahaya maka semakin besar energi untuk melangsungkan proses fotosintesis.
3.      Pemberian NaHCO3 akan mempengaruhi proses fotosintesis dengan bertambahnya  kadar CO2.
C. Rumusan Masalah
1.      Bagaimanakah pengaruh intensitas cahaya matahari terhadap proses fotosintesis  tumbuhan air Hydrilla (Hydrilla verticillata)?
2.      Bagaimanakah pengaruh pemberian NaHCO3 terhadap proses fotosintesis tumbuhan air Hydrilla (Hydrilla verticillata)?
3.      Bagaimanakah pengaruh temperatur terhadap proses fotosintesis tumbuhan air Hydrilla (Hydrilla verticillata)?
4.      Bagaimanakah persamaan reaksi kimia pada proses fotosintesis?
D. Tujuan Penelitian
1.      Mengetahui pengaruh kualitas cahaya terhadap kecepatan fotosintesis tanaman dengan indikator produksi oksigen setiap satuan waktu                                           
2.      Mengetahui pengaruh pemberian NaHCO3 terhadap proses fotosintesis tumbuhan air Hydrilla (Hydrilla verticillata).
3.      Mengetahui pengaruh temperatur terhadap proses fotosintesis tumbuhan air Hydrilla (Hydrilla verticillata).
4.      Mengetahui persamaan reaksi kimia pada proses fotosintesis.
5.      Membandingkan tingkat fotosintesis untuk tanaman dalam kondisi cahaya yang berbeda.
E. Hipotesa
            Hipotesa dalam penelitian tentang fotosintesis adalah saya berpendapat bahwa cahaya sangat dibutuhkan selama proses fotosintesis dan dalam proses tersebut terjadi pembentukan oksigen dengan adanya gelembung.


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
            Fotosintesis berasal dari kata foton yang berarti cahaya, dan sintesis yang berarti menyusun. Jadi fotosintesis dapat diartikan sebagai suatu penyusunan senyawa kimia kompleks yang memerlukan energi cahaya. Sumber energi cahaya alami adalah matahari. Proses ini dapat berlangsung karena adanya suatu pigmen tertentu dengan bahan CO2 dan H2O. Fotosintesis merupakan suatu proses biologi yang kompleks, proses ini menggunakan energi dan cahaya matahari yang dapat dimanfaatkan oleh klorofil yang terdapat dalam kloroplas. Seperti halnya mitokondria, kloroplas mempunyai membran luar dan membran dalam. Membran dalam mengelilingi suatu stroma yang mengandung enzim-enzim tang larut dalam struktur membran yang disebut tilakoid. Proses fotosintesis dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain air (H2O), konsentrasi CO2, suhu, umur daun, translokasi karbohidrat, dan cahaya. Tetapi yang menjadi faktor utama fotosintesis agar dapat berlangsung adalah cahaya, air, dan karbondioksida (Kimball, 1992).
            Tumbuhan bersifat autotrof. Autotrof artinya dapat mensintesis makanan langsung dari senyawa anorganik. Tumbuhan menggunakan karbon dioksida dan air untuk menghasilkan gula dan oksigen yang diperlukan sebagai makanannya. Energi untuk menjalankan proses ini berasal dari fotosintesis. Perhatikan persamaan reaksi yang menghasilkan glukosa berikut ini:
6H2O + 6CO2 + cahaya → C6H12O6 (glukosa) + 6O2
Glukosa dapat digunakan untuk membentuk senyawa organik lain seperti selulosa dan dapat pula digunakan sebagai bahan bakar. Proses ini berlangsung melalui respirasi seluler yang terjadi baik pada hewan maupun tumbuhan. Secara umum reaksi yang terjadi pada respirasi seluler berkebalikan dengan persamaan di atas. Pada respirasi, gula (glukosa) dan senyawa lain akan bereaksi dengan oksigen untuk menghasilkan karbon dioksida, air, dan energi kimia.
            Persamaan ini dihasilkan bahan organik yang mengandung energi kimia potensial dan oksigen. Oleh karena itu dalam fotosintesis, energi radiasi cahaya diubah menjadi energi kimia dalam senyawa organik yang stabil (semacam karbohidrat). Proses fotosintesis merupakan bagian penting bagi kehidupan, karena:
1.      Sebagai sumber energi bagi semua mahluk hidup.
2.      Pertumbuhan dan hasil tumbuh dipengaruhi oleh kecepatan fotosintesis.
3.      Diperlukan untuk sintesis berbagai senyawa organik yang diperlukan.
4.      Menyediakan oksigen bagi kehidupan (Guritno, 1995).
            Tumbuhan terutama tumbuhan tingkat tinggi, untuk memperoleh makanan sebagai kebutuhan pokoknya agar tetap bertahan hidup, tumbuhan tersebut harus melakukan suatu proses yang dinamakan proses sintesis karbohidrat yang terjadi dibagian daun satu tumbuhan yang memiliki klorofil, dengan menggunakan cahaya matahari. Cahaya matahari merupakan sumber energi (Salisbury dan Ross,1995).
            Orang yang pertama kali menemukan fotosintesis adalah Jan Ingenhousz. Fotosintesis merupakan suatu proses yang penting bagi organisme di bumi, dengan fotosintesis ini tumbuhan menyediakan bagi organisme lain baik secara langsung maupun tidak langsung. Jan Ingenhosz melakukan percobaan dengan memasukkan tumbuhan Hydrilla verticillata ke dalam bejana yang berisi air. Bejana gelas itu ditutup dengan corong terbalik dan diatasnya diberi tabung reaksi yang diisi air hingga penuh, kemudian bejana itu diletakkan di terik matahari. Tak lama kemudian muncul gelembung udara dari tumbuhan air itu yang menandakan adanya oksigen (Kimball, 2002).
jan inghouz.jpg

           


Gambar 1.1. Percobaan Jan Ingenhosz
sachs.jpg            Pada tahun 1860, Sach membuktikan bahwa fotosintesis menghasilkan amilum. Dalam percobaannya tersebut ia mengguanakan daun segar yang sebagian dibungkus dengan kertas timah kemudian daun tersebut direbus, dimasukkan kedalam alcohol dan ditetesi dengan iodium. Ia menyimpulkan bahwa warna biru kehitaman pada daun yang tidak ditutupi kertas timah menandakan adanya amilum (Malcome, 1990).
           



Gambar 1.2. Percobaan Sach
            Karbohidrat merupakan senyawa karbon yang terdapat di alam sebagai molekul yang kompleks dan besar. Karbohidrat sangat beraneka ragam contohnya seperti sukrosa, monosakarida, dan polisakarida. Monosakarida adalah karbohidrat yang paling sederhana. Monosakarida dapat diikat secara bersama-sama untuk membentuk dimer, trimer dan lain-lain. Dimer merupakan gabungan antara dua monosakarida dan trimer terdiri dari tiga monosakarida (Kimball, 2002).
            Reaksi  fotosintesis dibagi  menjadi  dua  kelompok,  yaitu reaksi terang  (membutuhkan cahaya) dan reaksi gelap (tidak membutuhkan cahaya, tetapi membuthkan CO2). (Salisbury dan Ross, 1995).  
1.      Reaksi Terang
            Reaksi  terang  merupakan   proses  untuk menghasilkan  ATP  dan  NADPH. Prosesnya diawali dengan penangkapan foton oleh klorofil. Klorofil menyerap  lebih banyak cahaya pada  warna biru (400-450 nm) dan merah  (610-700  nm) dari pada warna hijau (500-600  nm).  Cahaya  hijau  akan dipantulkan dan ditangkap oleh mata kita sehingga daun tampak berwarna  hijau. Fotosintesis akan menghasilkan energi lebih banyak pada cahaya dengan panjang gelombang tertentu. Gelombang yang pendek menyimpan lebih banyak energi, begitu pula sebaliknya. Di dalam daun,  cahaya  akan ditangkap oleh klorofil  untuk  dikumpulkan  pada  pusat reaksi. Tumbuhan memiliki 2 jenis pigmen yang aktif sebagai fotosistem, yaitu  fotosistem  I  dan  fotosistem  II. Fotosistem II  terdiri  dari molekul  klorofil  yang menyerap  cahaya  dengan  panjang  gelombang 680  nm,  sedangkan  fotosistem  I 700 nm. Kedua fotosistem ini akan bekerjasama dalam fotosintesis.  Fotosintesis  dimulai saat cahaya mengeksitasi  klorofil  pada  fotosistem  II, sehingga   melepaskan  elektron  yang  kemudian ditransfer  pada  rantai  transpor  elektron. Energi dari elektron akan dipakai untuk proses fotofosforilasi yang menghasilkan ATP. Reaksi ini mengakibatkan fotosistem II menjadi kekurangan elektron. Kekurangan  elektron  ini dipenuhi  oleh elektron dari hasil ionisasi air  yang  terjadi bersamaan  dengan ionisasi klorofil. Hasil dari ionisasi air ini adalah  elektron  dan  O­2.  Oksigen dari proses fotosintesis hanya terbentuk dari ionisai air, bukan dari karbon dioksida.  Pada  waktu  yang  bersamaan  dengan  ionisasi fotosistem II, cahaya juga mengionisasi fotosistem I, melepaskan elektron yang dikirim  melalui rantai transpor elektron yang akan mereduksi NADP+ menjadi NADPH.
terrangg.jpg
 








Gambar 1.3. Reaksi terang
1.      Reaksi Gelap
            Dalam reaksi gelap, ATP dan NADPH yang dihasilkan akan memicu berbagai proses kimia. Pada tumbuhan proses kimia yang terpicu adalah siklus kalvin yang mengikat karbon dioksida untuk  membentuk gula seperti glukosa.
gelap.jpg
 











Gambar 1.4. Siklus Kalvin
            Reaksi ini disebut reaksi gelap karena tidak membutuhkan cahaya sehingga  dapat  terjadi walaupun dalam keadaan gelap. Faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan fotosintesis  adalah  cahaya,  kadar CO2, suhu, air hasil  fotosintesis,  dan  tahap  pertumbuhan tanaman.
            Cahaya sebagai sumber energi untuk reaksi fotosintesis jelas akan berpengaruh terhadap laju fotosintesis tersebut. Pada umumnya, fiksasi CO2 paling optimal terjadi di sekitar tengah hari, yaitu pada saat intensitas cahaya mencapai puncaknya. Penutupan cahaya matahari oleh awan juga akan mengurangi kecepatan fotosintesis. (Lakitan, 1995).


BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Waktu dan Tempat
            Praktikum tentang “Fotosintesis” ini dilaksanakan pada hari Jumat, tanggal 31 Mei 2013, pukul 10.00 WIB di Laboratorium Biologi Dasar Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negri Syarif Hidayatullah Jakarta.
B. Alat dan Bahan
1.      Alat
a.       Gelas kimia 500 ml
b.      Tabung reaksi
c.       Stopwatch
d.      Corong plastik
e.       Kawat penyangga
f.       Termometer
2.      Bahan
a.       Tumbuhan air Hydrilla (Hydrilla verticillata)
b.      Air jernih
c.       NaHCO3
d.      Es batu
C. Langkah Kerja
1.      Hydrilla + Cahaya Matahari
a.       Menyiapkan alat dan bahan
b.      Menyusun (mengeset) peralatan yang akan digunakan.
c.       Memotong Hydrilla dengan panjang ± 10 cm.
d.      Memasukan Hydrilla ke dalam corong plastik.
e.       Mengisi gelas kimia hingga penuh, dan tabung reaksi juga terisi.
f.       Meletakkan rangkaian penelitian tersebut di bawah cahaya matahari.
g.      Menghitung banyaknya gelembung yang dihasilkan peda menit ke-5, menit ke-10, dan  menit ke-15.
h.      Mencatat hasil pengamatan pada tabel pengamatan.
2.      Hydrilla + Cahaya Matahari + NaHCO3
a.       Menyiapkan alat dan bahan.
b.      Menyusun (mengeset) peralatan yang akan digunakan.
c.       Memotong Hydrilla dengan panjang ± 10 cm.
d.      Memasukan Hydrilla ke dalam corong plastik.
e.       Mengisi gelas kimia hingga penuh, dan tabung reaksi juga terisi.
f.       Memasukan NaHCO3 sebanyak 4 sendok ke dalam gelas kimia.
g.      Meletakkan rangkaian penelitian tersebut di bawah cahaya matahari.
h.      Menghitung banyaknya gelembung yang dihasilkan peda menit ke-5, menit ke-10, dan  menit ke-15.
i.        Mencatat hasil pengamatan pada tabel pengamatan.
3.      Hydrilla + Cahaya Matahari + Es Batu
a.       Menyiapkan alat dan bahan.
b.      Menyusun (mengeset) peralatan yang akan digunakan.
c.       .Memotong Hydrilla dengan panjang ± 10 cm.
d.      Memasukan Hydrilla ke dalam corong plastik.
e.       Mengisi gelas kimia hingga penuh, dan tabung reaksi juga terisi.
f.       Memasukan es batu yang suhunya 15ºC ke dalam gelas kimia.
g.      Meletakkan rangkaian penelitian tersebut di bawah cahaya matahari.
h.      Menghitung banyaknya gelembung yang dihasilkan peda menit ke-5, menit ke-10, dan  menit ke-15.
i.        Mencatat hasil pengamatan pada tabel pengamatan.
4.      Hydrilla + Tanpa Cahaya (tempat gelap)
a.       Menyiapkan alat dan bahan.
b.      Menyusun (mengeset) peralatan yang akan digunakan.
c.       Memotong Hydrilla dengan panjang ± 10 cm.
d.      Memasukan Hydrilla ke dalam corong plastik.
e.       Mengisi gelas kimia hingga penuh, dan tabung reaksi juga terisi.
f.       Meletakkan rangkaian penelitian tersebut di tempat gelap (tanpa cahaya matahari).
g.      Menghitung banyaknya gelembung yang dihasilkan peda menit ke-5, menit ke-10, dan  menit ke-15.
h.      Mencatat hasil pengamatan pada tabel pengamatan.



D. Data Hasil Pengamatan
1.  Data jumlah gelembung yang dihasilkan Hydrilla verticillata
No
Perlakuan
Jumlah Gelembung
Rata-rata
(gelembung per menit)
Menit ke-5
Menit ke-10
Menit ke-15
1
Hydrilla +
Cahaya matahari
78
68
21
11,13
2
Hydrilla +
Cahaya matahari
+ NaHCO3
390
304
314
67,2
3
Hiydrilla +
Cahaya matahari
+ es batu
13
2
-
1
4
Hydrilla + tanpa cahaya
-
-
-
-

BAB IV
PEMBAHASAN
1.      Hydrilla + Cahaya Matahari
Pada percobaan pertama, saat menit ke-5 dihasilkan 78 gelembung, saat menit ke-10 dihasilkan 68 gelembung, dan saat menit ke-15 dihasilkan 21 gelembung, sehingga rata-rata gelembung yang dihasilkan sebanyak 11,13. Jumlah gelembung pada menit ke-5 hingga menit ke-10 yang dihasilkan semakin sedikit, hal tersebut dikarenakan, semakin tinggi intensitas cahaya maka semakin banyak ATP yang terbentuk, sehingga mempercepat fotosintesis, tetapi cahaya yang terlalu tinggi akan merusak klorofil sehingga mengurangi kecepatan fotosintesis. Rata-rata gelembung yang dihasilkan pun lebih sedikit daripada percobaan kedua saat ditambahkan dengan NaHCO3.
2.      Hydrilla + Cahaya Matahari + NaHCO3
            Pada percobaan kedua, saat menit ke-5 dihasikan gelembung sebanyak 390, saat menit ke-10 dihasilkan 304 gelembung, dan saat menit ke-15 dihasilkan 314 gelembung, sehingga rata-rata gelembung dihasilkan pada percobaan kedua ini dihasilkan sebanyak 67,2. Jumlah gelembung rata-rata yang dihasilkan pada percobaan kedua ini didapat bahwa rata-rata gelembung lebih banyak dari percobaan pertama. Hal tersebut dikarenakan, NaHCO3 pada proses ini berfungsi sebagai katalis, yaitu senyawa yang dapat menambah unsur CO2 di dalam air. Konsentrasi CO2  yang tinggi akan meningkatkan laju fotosintesis, sehingga dihasilkan banyak gelembung yang berupa oksigen. Karena itu pada percobaan kedua ini paling banyak dihasilkan gelembung.
3.      Hydrilla + Cahaya Matahari + Es Batu
            Pada percobaan ketiga, saat menit ke-5 dihasilkan gelembung sebanyak 13 gelembung, saat menit ke-10 gelembung yang dihasilkan turun menjadi 2 gelembung, dan pada saat menit ke-15 tidak dihasilkan gelembung. Hal tersebut dikarenakan pengaruh suhu dapat menghambat proses fotosintesis, sehingga temperatur yang rendah membuat laju fotosintesis berjalan lambat, karena itu, gelembung yang dihasilkan lebih sedikit. 
4.      Hydrilla + Tanpa Cahaya (tempat gelap)
Pada percobaan keempat, pengamatan proses fotosintesis Hydrilla ditempat gelap ini, dihasilkan data bahwa pada menit ke-5, menit ke-10, dan menit ke-15 tidak dihasilkan gelembung. Hal tersebut dikarenakan tumbuhan Hydrilla tidak melakukan proses fotosintesis di tempat yang gelap sehingga tidak dihasilkan gelembung yang berupa oksigen. Karena, semakin rendah intensitas cahaya, semakin rendah pula ATP yang terbentuk, sehingga memperlambat laju reaksi atau bahkan tidak melakukan reaksi fotosintesis.


BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
            Sehubungan dengan penjelasan diatas dapat disimpulkan:
1.      Proses fotosintesis membutuhkan cahaya, karena jika tidak terdapat cahaya maka proses tersebut akan terhambat. Semakin tinggi intensitas  cahaya semakin banyak ATP yang terbentuk, sehingga akan mempercepat fotosintesis. Sedangkan intensitas cahaya yang terlalu rendah akan memperlambat laju fotosintesis.
2.      Konsentrasi CO2  yang tinggi akan meningkatkan laju fotosintesis.
3.      Temperatur yang terlalu tinggi dapat merusak enzim yang berperan dalam fotosintesis.
4.      Persamaan reaksi kimia fotosintesis :
6CO2 + 6H2O + energi cahaya - C6H12O6 + 6O2
B. Saran
1.      Hendaknya teliti dalam melakukan penelitian tersebut, khususnya dalam mengamati banyaknya gelembung yang dihasilkan.
2.      Hendaknya mempunayai pemahaman terhadap materi yang berkaitan dengan penelitian sebelum memulai melakukan penelitian.

DAFTAR PUSTAKA

Guritno, B. dan Sitompul, S. M. Analisis Pertumbuhan Tanaman. Yogyakarta: UGM Press. 1995.
Kimball, John. W. Biologi Umum. Jakarta: Erlangga. 1992.
Kimball, John. W. Biologi Jilid 1 Edisi Kelima. Jakarta: Erlangga. 2002.
Lakitan, Benyamin. Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. 1995.
Malcome. Ringkasan Biologi.Bandung: Ganeca Exact. 1990.
Salisbury, F. B dan Ross, C. W. Fisiologi Tumbuhan Jilid I. Bandung: ITB. 1995.
Damar Wijaya. Pengamatan Proses Fotosintesis. http://sersanusil.blogspot.com /2012/11/pengamatan-proses-fotosintesis-pada.html. 2012. Diakses tanggal 6 Juni 2013, pukul 12.48 WIB.
Muzayyinul Ghufron. Fotosintesis. http://muzayyinulghufron.blogspot.com/ 2013/04/laporan-praktikum-fotosintesis.html. 2013. Diakses tanggal 5 Juni 2013, pukul 20.38 WIB.
Siti Sahara. Praktik Penulisan Karya Ilmiah. http://perismatikilmu.blogspot.com/. 2012. Diakses tanggal 4 Juni 2013, pukul 13.30 WIB.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar